Dengan meningkatnya perhatian dari seniman dan masyarakat umum terhadap dunia seni, meningkat pula kritik terhadap karya seni.
Kehidupan social maupun pribadi manusia, baik yang real atau yang imajiner adalah bagian dari wacana seniman dalam berkarya, sehingga memunculkan konsep berkarya yang sejalur dari berbagai seniman, ketika suatu trend karya seni sedang di gemari oleh pasar, maka banyak pula seniman yang mencoba untuk mengikutinya dalam membuat karya, dipaksakannya untuk mebuat suatu karya demi bisa diterima oleh ‘pasar seni’, walaupun karya tersebut tercipta bertentangan dengan nurani seni dari si seniman tersebut.
Disisi lain seniman dituntut untuk selalu menambah kreatifitasnya untuk berkarya, dalam hal ini seniman yang daya kreatifitasnya tinggi selalu tergoda untuk merambah gaya lain dalam menciptakan suatu karya, seniman seperti ini selalu menggunakan kejujurannya dan tidak tergoda oleh tuntuan ‘pasar seni’ dalam berkarya, sehingga karya yang tercipta selalu menimbulkan kesegaran baru yang bisa di rasakan ketika kita mengamati karyanya.
Masyarakat penikmat maupun pengamat senipun terseret ke arah ‘pasar seni’, ketika melihat,menilai maupun memiliki karya seni, sering berdasarkan kepada “telingah” bukannya kepada “mata hati”, maka yang terjadi adalah ketika pengamat maupun penikmat seni yang sudah senior dan memiliki jam terbang yang tinggi dalam dunia seni itu menjatuhkan pilihannya terhadap suatu karya seni!, maka selanjutnya yang lainnya mengangkatnya sebagai Trend baru untuk dinikmati.
Keindahan dalam dunia seni tidak ada batasnya dan lebih cenderung relatif, satu sama lain bisa berbeda dalam menangkap keindahan dari satu obyek seni, banyak unsur yang bisa diterapkan untuk memahami keindahan dari karya seni pengalaman pribadi, latar belakang pendidikan, kehidupan social maupun religi termasuk tampilan visual, goresan, gaya, maupun aliran seni dan sebagainya adalah berperan dalam memilih untuk menikmati suatu karya seni.
Banyak seniman muda maupun tua yang tidak terexpose karyanya hanya karena mereka gemar melakukan pengembangan dalam berkarya dan berani keluar dari jalur yang menjadi trend dalam ‘pasar seni’, ataupun seniman yang sempat terangkat namanya namun dijauhi oleh penikmat seni hanya karena mencoba gaya baru dan meninggalkan gaya lama yang sudah mengangkat namanya dalam dunia seni.
Pada akhirnya lembaga maupun perorangan yang merupakan tangan terakhir dalam menikmati karya seni itulah yang menentukan hasil akhir dari sebuah keindahan karya seni tersebut, dengan berbagai sumber informasi yang me-globlal saat ini, bertambah pula wacana untuk menikmati hasil karya seni, dan kejujuran-lah, yang akan berperan domonan dalam menilai karya seni.
Perkembangan Seni,Teknologi, Budaya dan Peradapan, telah memungkinkan untuk menambah wacana dalam dunia seni, Berangkat dari itulah Museum Dan Tanah Liat (MDTL) mengirim info tentang karya seni dari seniman yang pernah berpameran di MDTL,
Silakan menilai.
Staf Museum Dan Tanah Liat
Jumlah Pengunjung Situs Museum dan Tanah Liat:
Number of Museum dan Tanah Liat Website Visitors:
Open from 9 to 9
everyday
or by
appointment
Pengiriman proposal pameran harap disertai riwayat hidup, foto diri terbaru, dan foto-foto karya atau kegiatan.
Proses selanjutnya tergantung kepada pertimbangan para kurator kami dan kepadatan jadwal kegiatan yang ada.
Proposal yang masuk tidak akan dikembalikan kecuali bila ada perjanjian sebelumnya.
Alamat pengiriman proposal melalui email: info (at) museum dan tanah liat (dot) net.
Please enclose your latest photograph and photos of your works when sending a proposal of your exhibition or performance.
The next process depends on the deliberation of our curators and the state of our schedules.
Incoming proposals will not be returned except by a prior arrangement.
Address it to: info (at) museum dan tanah liat (dot) net.